Agussetiyanto’s Blog

  • 02:28:19 am on November 9, 2008 | 0
    Tag:, , ,

    tugu-parr1TUGU THOMAS PARR

    (Agus Setiyanto)

    Tugu Tomas Parr (Parr Monument) adalah salah satu bangunan bersejarah peninggalan Inggris yang ada di jantung kota Bengkulu. Orang Inggris memberi nama “Parr Mausoleum” (kuburan besar Gubernur Parr). Sedangkan orang Bengkulu menyebutnya sebagai “Kuburan Bulek” (Kuburan Bulat) – mungkin karena bentuk fisik bangunannya yang bulat. Dan setelah kedatangan Sir Thomas Stamford Raffles, lebih popular dengan nama “ Raffles Park” (Taman Raffles).

    Sebenarnya, di dalamnya tugu ini terdapat beberapa inskripsi (tulisan pada batu nisan). Di antaranya adalah inskripsi Resident Thomas Parr, dan Sekretarisnya Charless Murray. Karena pertimbangan keamanan pada waktu itu, maka inskripsi tersebut lalu dipindahkan ke dalam Benteng Marlborough.

    Sayang, Tugu Thomas Parr ini tak lebih dari seonggok benda bisu yang tak bisa bicara banyak tentang peristiwa sejarah yang terjadi pada malam tanggal 23 Desember 1807. Padahal bangunan ini punya potensi besar sebagai aset wisata berskala internasional. Konsep wisata berskala internasional disini, dipahami sebagai konsep daya pikat kecenderungan wisatawan kelas dunia. Salah satu kecenderungan global wisatawan adalah keinginan untuk menikmati obyek bangunan bersejarah yang unik – spesifik dan masih orisinil. Atau setidaknya mendekati orisinalitasnya. Maka, tidak mengherankan jika ada upaya-upaya serius Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk melakukan restorasi – renovasi (pemugaran) terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang mengalami kerusakan, kekurangan maupun kehilangan. Oleh karena “Benda Cagar Budaya”, ini masih dibawah pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang ada di Jambi, maka semestinya BP3 Jambi dapat menjalin kerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah Bengkulu untuk program restorasi.

    Bisa saja, Pemerintah Propinsi (Pemprop) atau Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu merevitalisasi untuk kepentingan pariwisata … sebagai tempat studi wisata sejarah Bengkulu…Dan tentu saja didalamnya musti dilengkapi dengan berbagai macam arsip, dokumen, sejarah pada zamannya – termasuk merestorasi bangunan dan isinya seperti pada zamannya. Untuk kepentingan studi – kajian diperlukan ruangan semacam ruang perpustakaan atau ruang baca – ruang diskusi, dan sejenisnya. Alangkah menariknya, jika program ini disinerjikan dengan program kebijakan beberapa dinas/instansi/lembaga baik yang terkait secara langsung maupun tidak langsung seperti Dinas Diknas, Dinas Budpar, Disperindag, Kimpraswil (PU), Dishub, Kantor Perhubungan, ASITA, PHRI, Perguruan Tinggi/ institut serta unsur-unsur lain yang berhubungan dengan jasa kepariwisataan seperti para seniman, pengrajin, tata boga – kuliner dan sebagainya. Alangkah menariknya !

    Iklan
     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: